
the resistance – muse
September 10, 2009

the resistance – muse
http://rapidshare.com/files/277445781/theres.rar
source : http://www.museresistance.com/downloads/
Sabtu bulan lalu – UAS, Dillinger, Kotak
August 11, 2009
Kesampaian pula saya menonton Kotak live langsung di hadapan muka. Melihat Chua dan Tantri langsung tidak lewat televisi lagi. Haha berlebihan..
Yah hari sabtu kemarin saya bersama teman-teman satu kampus (maksudnya kuliahnya di satu kampus, bukan teman2 jumlahnya banyak satu kampus, bukan demikian) pergi ke Pelangi di salah satu sudut jembatan semanggi.. Agh.. kok aneh ya bahasa saya…? Sudah lama tidak menulis, hilang skill jurnalis saya..
Anyway, ga masalah, saya tetap berusaha mengemas postingan kali ini dengan sebaik mungkin. Cerita dimulai dari pagi hari ketika otak mempersiapkan diri untuk mengikuti final exam semester pendek ini. Sebenarnya juga ga mempersiapkan juga, karena ga niat sungguh2, belajar dari malam hari semestinya, lah ini belajar dimulai ketika pagi hari bertemu anak2 di kampus yang lagi saling bertukar hapalan.. Agh.. tulisan ini jadi mengingatkan nilai2 UAS saya kelak ketika muncul di SIAK, ga karuan pastinya karena kurang persiapan..
Setelah berusaha mencermati catatan teman2 yang ada (kenapa bukan catatan sendiri? Karena saya tidak mencatat lengkap di kelas..) saya pun dengan langkah pasti masuk ruang kelas untuk mulai berniat mengerjakan soal. Akan tetapi soal seperti mengatakan lain. Ini soal bukan dosen saya yang membuat, ini adalah soal dari kelas lain. Akan tetapi begitu pucatnya saya ketika membaca nama dosen di atas kop kertas soal. Buddi Wibowo. Lah benar dosen saya. Dosen kelas kami. Haha ternyata benar, pernyataan beliau yang telah menjanjikan untuk membuat soal yang mengacu pada hal2 yang beliau katakan saja di kelas menjadi sirna sudah. Ini pasti karena beliau tidak sempat membuat soal jadinya minta ijin memakai soal kelas lain. Haha..
Maaf sebelumnya, sebenarnya etis tidak saya mempublikasikan nama dosen disini..? Tapi tak mengapa.. itung2 nambah pangsa pasar blog saya, kena klik orang2 yang mencari nama beliau di search engine. Inilah mungkin yang dimaksud SEO (Search Engine Optimalization) di blog..
Kembali ke cerita.. Jadi untuk ujian kali ini (Manajemen Investasi) masing dosen di setap kelas membuat soal masing untuk mahasiswanya. Dengan catatan harus sesuai dengan silabus yang telah ditentukan, namun semester ini kenyataan mengatakan sebaliknya. Dosen kami adalah satu-satunya dosen yang menentukan silabus sendiri, beliau menggunakan dan memilih buku yang berbeda sendiri untuk bahan ajar bagi mahasiswanya. Jadi beliau membuat suasana kelas kami berbeda sendiri, serasa menjadi almamater terpisah di mata kuliah ini di angkatan kami.
Haha makin ngaco bahasanya.. Maaf saya tetap akan menggunakan gaya bahasa yang agak aneh ini untuk postingan ini, maklum sudah lama tak menulis, kurang cekatan lagi mengutarakan cerita.
Jadi pada intinya, soal2 yang seharusnya berasal dari paparan beliau di kelas, berganti menjadi soal2 yang diajarkan di kelas lain. Pastilah menjadi lain ceritanya, kalaupun silabus dan buku yang digunakan sama, masih mendingan kita bisa belajar dari satu sumber buku yang sama, lah ini alih2 menggunakan silabus yang ada, malah menggunakan buku yang berbeda pula. Jadi intinya kami kesulitan mengerjakan soal2 tadi. Karena dengan sangat jelas bahannya berbeda dengan yang disampaikan dosen kami. Tapi saya yakin beliau fair kok orangnya, paling tidak luluslah semua semoga.
Singkat cerita setelah sukses mengarang campur aduk di kertas ujian, keluar kelas dan bertemu anak2 yang sudah merencanakan untuk nonton bareng. Haha ini ceritanya ttg konser Kotak atau diary keseharian toh.. Hehe sabar kawan2..
Gaya penuisan saya kok jadi mirip2 blog ini yah. Blogsierikson. Kebayakan membaca tulisan beliau saya jadi terpengaruh sedikit sepertinya.. (son, blog mu dah tak kasih link tuh, istilah kerennya sudah dikasi trackback…, di poke balik yo).
Kembali ke certa… Jarang2 bisa mengumpulkan 24 orang di satu bioskop untuk menonton bareng sehabis selesai ujian. Maklum, biasanya sudah pada punya acara masing2, susah untuk mengumpulkan anak2 sebanyak itu. Jadilah kami menonton bareng ramai2 di Djakarta Theater. Filmnya tentang John Dillinger, yah judulnya ketahuan pastinya, Public Enemy. Kalo mau menceritakan ulasan film tersebut, bisa2 ga jadi saya menulis ttg Kotak di postinagan ini. Singkat cerita filmya cukup seru, kebetulan saya suka film yang berbau demikian, semacam American Gangster, Godfather, Serpico, Godfellas, dan Ice Age.
Singkat cerita, selesai menonton film kami pun foto2..
Demikianlah kami berpose, semoga berkenan..
Saya bersama beberapa teman, berencana melanjutkan tour hari ini ke Pelangi untuk sedikit membunuh waktu. Setelah niat kawan2 yang berencana hanya untuk jalan2 saja di seputaran Plaza, saya berhasil membuat kami semua menikmati sajian live music di lantai 10.
Lagu Baru
May 28, 2009
The Changcuters – Misteri Kalajengking Hitam
01 – In De Hoi
02 – Main Serong
03 – Suka Suka
04 – Gembel Cinta
05 – Tua Di Jalan
06 – Bebek Beringas
07 – Mr. Portal
08 – Dia (Gadis Rock N Roll)
09 – Remaja Masa Kini
10 – Senandung Pertemanan
11 – Rindu Ortu
12 – SDSB (Seputar Dago Seperti Biasa)
Vierra – My First Love
Track:
01 – Dengarlah Curhatku
02 – Perih
03 – Bersamamu
04 – No!
05 – Terbang
06 – To Nessa
07 – Rasa Ini
08 – Jadi Yang Kuinginkan
09 – Tears
10 – Manusia
11 – Seandainya
12 – Bintang
J-Rocks – Road To Abbey
Quality: CBR 320 Kbps
Release: March 2009
Release: March 2009
Track:
01 – Road To Abbey
02 – Fallin’ In Love (Indonesian Version)
03 – Hanya Aku
04 – Meraih Mimpi
05 – Fallin’ In Love (English Version)
thanx:
http://ronnie-present.blogspot.com/
Pilihanku – Maliq n d’essentials
May 11, 2009

Ada yang percaya kalo ini direct download?
Pilihanku – lirik
lyric by Maliq n d’essentials
Berjuta rasa rasa yang tak mampu diungkapkan kata-kata
Dengan beribu cara cara kau slalu membuat ku bahagia
Kau adalah alasan dan jawaban atas semua pertanyaan
Yang benar-benar ku inginkan hanyalah
Kau untuk slalu disini ada untukku
Maukah kau ‘tuk menjadi pilihanku
Menjadi yang terakhir dalam hidupku
Maukah kau tuk menjadi yang pertama
Yang slalu ada di saat pagi ku membuka mata
Oh, izinkan aku memilikimu, mengasihimu
Menjagamu, menyayangimu
Memberi cinta, memberi semua yang engkau inginkan
Selama aku mampu aku akan berusaha
Mewujudkan semua impian dan harapan
‘tuk menjadi kenyataan
Jadilah yang terakhir
‘tuk jadi yang pertama
‘tuk jadi selamanya
Fusion TRIO Explosion
February 18, 2009
Fusion TRIO Explosion
Rabu, 18 Februari 2009
Graha Bhakti Budaya
Pkl. 19.00 wib s/d selesai
HTM : Rp. 75.000,- & Rp.
50.000,-
Project
Coordinator-Show Director : Gideon Momongan
Finance
& Marketing : Eni Erliani | Sound Engineer :
Donny Hardono
Stage
Management/Handling : Andre
Ch, Yuri Rahadian, Naymara
Aksi
Trio ini menampilkan para musisi papan atas, yang telah dikenal luas. Para musisi jazz senior. Mereka dikenal sebagai pemusik
yang disegani, sekaligus sebagian dari mereka adalah para pengajar musik.
Bintang
Indrianto (bass) Arief Setiadi(saxophone) dan Gerry Herb (drums) dalam
Bintang Trio. ataupun Donny Suhendra Trio/a.k.a B.A.G Trio, yang terdiri dari
Donny Suhendra (gitar) Adi Darmawan (bass) dan Demas Narawangsa (drums). Atau
trio lainnya, Indro Hardjodikoro Trio yang terdiri dari Indro Hardjodikoro
(bass) Iwang Noorsaid (kibor) dan Inang Noorsaid (drums). Mereka akan
mempertontonkan permainan konsep minimalis, trio, yang efektif dan solid,
dalam dasar warna jazz, dengan interpretasi masing-masing.
Ketiga
trio ini akan memainkan pula karya-karya mereka sendiri, yang tentu saja akan
memberi nilai tambahan yang menarik. Apalagi penampilan ketiga Trio tersebut
akan dibalut dengan konsep konser yang berkeinginan untuk memuaskan
dahaga para penggemar musik, jazz khususnya.
Acara
ini merupakan kerjasama antara PKJ-TIM , Gideon Momongan & indiejazzINDONESIA
Bintang
Indrianto (bass), Arief Setiadi (saxophone) and Gerry Herb (drums)in Bintang
Trio. Donny Suhendra Trio, consists of Donny Suhendra (guitar), Adi Darmawan
(bass) and Demas Nerawangsa (drums) in a.k.a B.A.G and Indro Hardjodikoro
Trio, Indro Hardjodikoro (bass) Iwang Noorsaid (keyboard) and Inang Noorsaid
(drums). They will present concept of effective and solid minimalist trio
based on their respective interpretations. The concert would like to satisfy
the thirst of jazz enthusiasts while enjoying ‘explosive’ concept of the trio
fusion.
How
explosive is the performance of the respective groups? Please, come and enjoy
it and be prepared to take the shockings…
Tengkorak Burgerkill Trivium
February 17, 2009
Tengkorak – Konsentrasi Massa (2001)
Band : Tengkorak
Album : Konsentrasi Massa
Year Realese : 2001
Genre : Death Metal
Country: Indonesia
TRACKLIST
01. Oknum02. Asap Tebal
03. Gawean Reget
04. Primitive Jokes
05. Kemelut
06. Konsentrasi Massa
07. Spekulasi Bisnis
08. Penjilat
09. Prestasi Gila
10. Buruh
11. Bisnis Ejakulasi
12. Cacat Politik
13. Dosa Keluarga
14. Bencana Moral
15. Diskriminasi
16. Chaos Or Riot…!
17. Disgusting Brind (Aztec)
18. Dogma
19. Polemik
20. Propaganda
21. Outro (Greed)
22. Konflik
23. Rusuh
24. Dying Poor
25. Organic Corruption
26. Agony
http://rapidshare.com/files/162978304/Tengkorak...Konsentrasi_Massa__2001__By_STN.part1.rar
http://rapidshare.com/files/162999845/Tengkorak...Konsentrasi_Massa__2001__By_STN.part2.rar
pass : bastard
Tengkorak – Civil Emergency (2003)
Band : Tengkorak
Album : Civil Emergency
Year Realese : 2005
Genre : Death Metal
Country: Indonesia
TRACKLIST
01. Lunatic Leader
02. Civil Emergency
03. Evil Made the Bomb
04. Bleeding Democracy
05. fish Your Soul
06. Dying Poor (Re-Recording)
07. Addict Effect
08. Official Lies
09. Corrupting the Nation Arrested Development
10. Loosing Your Mind
11. Destroy Zionism
12. Discrimination
13. Politicl Scum
14. Capitalism Agenda (Outro)
http://rapidshare.com/files/163465644/Tengkorak...Civil_Emergency__2005__By_STN.part1.rar
http://rapidshare.com/files/163439956/Tengkorak...Civil_Emergency__2005__By_STN.part2.rar
pass : bastard
Tengkorak – Agenda Suram (2007)
Band : Tengkorak
Album : Agenda Suram
Year Realese : 2007
Genre : Death Metal
Country: Indonesia
TRACKLIST
01. Intro
02. Jihad
03. Boycott Israel
04. United States of Asu
05. Digging The Grave For Crying Mass
06. Mass Forgiveness
07. Zionist Exaggration
08. Hisbullah
09. Dajal Dunia
10. Popular Cannibal
11. Trias Politica
12. Celebrity Syndrome
13. Disgusting Agenda
14. Curse Of Corruption
15. Buruh
16. Dead by Billing
17. Busuh
18. Genital Tour
19. Konvoi Mega Mobil Pejabat
20. Patroli Buas
http://rapidshare.com/files/163679852/Tengkorak...Agenda_Suram__2007__By_STN.part1.rar
http://rapidshare.com/files/163617439/Tengkorak...Agenda_Suram__2007__By_STN.part2.rar
pass : bastard
Burgerkill – Berkarat (2003)
Artist: Burgerkill
Genre: Metalcore
Country: Indonesia
Tracklist:
01. Terlilit Asa
02. Penjara Batin
03. Berkarat
04. Luka
05. Tinggalkan Aku Terdiam
06. Resah Dera Jiwa
07. Hilang
08. Sejuk Sebuah Dosa
09. Gelap Tanpa Akhir
10. Tiga Titik Hitam
http://rapidshare.com/files/1774...32/Burgerkill_-_Berkarat__2003__www.indonesiametal.com.rar
Trivium – Shogun (2008)

Genre: Melodic Metalcore | Heavy Metal
Length: 66.27 min
Size: 59 Mb
Country: USA
TrackList:
1. Kirisute Gomen 06:30
2. Torn Between Scylla and Charybdis 06:49
3. Down from the Sky 05:34
4. Insurrection 04:56
5. Into the Mouth of Hell We March 05:53
6. Throes of Perdition 05:55
7. He Who Spawned the Furies 04:07
8. Of Prometheus and the Crucifix 04:39
9. The Calamity 04:57
10. Like Callisto to a Star in Heaven 05:24
11. Shogun 11:53
http://rapidshare.com/files/1457..588/Shogun__2008__ArchibalD.rar
Dua jam bersama Billy Sheehan di Balai Kartini (1)
October 20, 2008
Lumayan juga semalem ikut bass klinik billy sheehan, lumayanlah daripada ga kmana-mana pas minggu malam. Tapi kurang menggigit, Mr. Billy ga maen lagu, ga ada bagi-bagi hadiah. Ya begitulah, beda emang antara klinik yang diadain perusahaan alat musik ma konser dia sendiri.
Berangkat dari kosan abis solat magrib, langsung ke kosan Ardi. Langsung cabut lagi ke Balai Kartini. Sempet was-was juga, jangan2 ga ada tiket disana, soalnya di pamflet ditulis ‘tiket dapat diperoleh disini: bla bla bla’. Disitu tertulis beberapa toko alat musik, ada MG dan lainnya. Ga ada tertulis ‘tiket box’, yowes pasrah aja. Di jalan kita berbincang ‘ngko nek ga oleh tiket piye, meh nangdi? ‘ , ‘yowes.., karep’ jawab ardi. Jadilah kita kesana tanpa ada kepastian ada tidaknya tiket. Pasrah pasrah deh.
Pas hampir sampai Fly over kuningan kita belok kiri, masuk parkiran Balai Kartini. Terlihat banyak serdadu berpakaian loreng memanggul senjata, sambil kongkow2 n ngobrol2 disana sini. Weleh, cuman Billy Sheehan aja kok pengamanannya sampai segini amat sih. Orang cuma pemain bas doang, bukan tokoh politik ato tokoh partai, apalagi juga bukan terpidana yg harus dikawal ketat. Bukan juga terpidana mati yang takut kalo kabur mw bikin bom lagi. Hehe tertegun kita sampai gedung, ternyata mereka ga jagain acaranya Mr. Billy. Ada acara lain yang lebih penting. Ternyata ada acara kawinan, rame banget. ‘Wah salah kostum kita di, harusnya pake batik’ hehe orang mw nonton klinik kok pake batik. Kiriman papan bunganya ga tanggung2. Ada yg dari menteri, ada yg dari DPD, macem2 lah. Orang penting kyknya. Kita lalu memutar ke pintu lobby depan, langsung masuk dan naik tangga, acara Mr. Billy ada di lantai 2. Berharap ketemu ma orang yang jualan tiket…
Ternyata ada. Ada tiket box. Akhirnya bisa masuk. Ga sia-sia kita kesini. Setelah bayar tiket buat berdua kita masuk. Masuk ruangan Nusa Indah room dan ‘Wah penuh di.. ga ada tempat duduk’. Ruangan yang desainnya kayak ruang kuliah itu udah penuh sesak. Tempat duduknya yang bermodel makin ke depan makin ke bawah itu sudah penuh terisi orang. Ruangan nya luas, didepan sudah terpampang dua monitor gede di kanan dan kiri panggung yang lagi memutar rekaman wawancara Mr. Billy. Panggungnya luas. Terpasang Poster gede di bagian belakang panggung, BillY Sheehan Clinic. Di panggung juga diletakkan display bas-bas Yamaha keluaran terbaru. Bagian depan panggung ada kursi dan mic buat Mr. billy ngasih clinic nya. Kosong masih belom ada orang di panggung.
Sambil celingak-celinguk cari kursi kosong kita disapa ma panitianya. Oh ternyata bagian depan masih ada yg kosong. Langsung meluncur kita kebawah, menuju tempat duduk yang masih kosong. Agak dikit muter di depan, eh ga taunya ada tulisan VIP di tiap kursi. Yah.. padahal pas banget tuh di depan persis. Di depan panggung persis tepat ditengah. Bisa langsung liat tampangnya Mr. Billy kalo dia pas maen. Yah…, kita kesamping dikit ke kursi kosong yang lain n duduk. Tepat di depan monitor sebelah kanan, tempat duduk paling depan paling kanan. Wew… jadi berasa nonton bioskop kalo dah keabisan tiket. Dapet tempat duduk yang harus mendongakkan kepala kalo mw nonton.
Tiba-tiba di bagian tengah depan tadi di bagian VIP yang masih kosong ada kasak-kusuk. Wew beberapa orang dipersilakan duduk disana. Pengen juga dong kita kesana. Ardi tanya panitianya yg kebetulan lewat. ‘Boleh pindah kesana?’ … dijawab boleh, langsung kita ngeloyor kesana, menempati bangku yang kosong ditengah, agak berebutan dikit sih ma org2, tapi ga terjadi apa2 kok. Hehe akhirnya dapet di tengah. Persis di depan panggung. Nomer dua dari depan. Hehe jadi berasa orang penting. Duduk di kursi VIP.
Beberapa saat kemudian MC nya naik ke panggung. Sedikit memperkenalkan siapa itu Billy Sheehan dan menceritakan karirnya di bidang musik. Seneng juga suasananya asyik, beginilah kalo orang-orang berkumpul memenuhi ruangan dan pengen ketemu ma idolanya, semuanya tampak semangat. Tepuk tangan para audience saat MC menyebut Mr. Big. Memang Billy Sheehan terangkat nama salah satunya berkat band tadi. (to be continued)
Billy Sheehan Bass Clinic
October 15, 2008
Mo share dikit event-event music :

Billy Sheehan Workshop & Clinic
Jakarta, 19 Oktober 2008 Nusa Indah Theater, Balai Kartini, Gatot Subroto
Bandung, 20 Oktober 2008 Score Cafe, Cihampelas.
Here is the schedule:
Date and Time: October 19th, 2008. 19.00 – 21.00 PM WIB (Local Time)
Place: Nusa Indah Theater Balai Sarbini – Jakarta
Date and Time: Oktober 20th, 2008. 19.00 – 21.00 WIB(Local Time)
Place: Score Cafe, Cihampelas. Bandung

GuitaristDay
Kamis, 23 Oktober 2008
Viky Sianipar Music Center
Jl.Minangkabau No.47
16.00 – 20.00 WIB
Guest Rockstar:
Coki NETRAL
Andry Franzzi BOOMERANG
Koko SEURIEUS
Dony Suhendra

Kelompok ethno-jazz simakDialog akan menggelar konser tunggal di :
Goethe Institute
Jl.Sam Ratulangi 9-15,Jakarta Pusat.
Jumat/17 Oktober
20.00 – 22.00 WIB
Denny Sakrie
Rp.50.000
simakDialog adalah Riza Arshad (keys), Tohpati (gitar), Adhitya Pratama (bass), Erlan Suwardana (tradisional perkusi), Endang Ramdan (tradisional perkusi) plus guest star : Dave Lumenta (soundscapes).
Ayo ngeband…!!
October 13, 2008
Ada acara khusus untuk band-band baru yang pengen unjuk kebolehan bermusik plus tayang di tivi,
pengen ikutan gampang banged..
syaratnya :
kirim demo track min 3 lagu
profil band dan personil
di kirim ke

cahaya televisi banten
jl.wanna mulya no 07
karang mulya – ciledug
tangerang 15157
on air nya kapan :
setiap hari minggu jam 15.00 – 15.30
di CTV banten (26 uhf / first media channe 25 )
ayo buruan ikutan ..!!!!!
siap-siap masuk studio bwt latian…!!

Malam tidak seperti yang diharapkan (the used band jelek….!!)
August 13, 2008
Pagi ini masih ada sisa capek. Semalem mana ga bisa tidur lagi. Yup benar semalam nonton konser the used di tennis indoor. Capeknya sih ga seberapa, tapi rasa menyesal nonton band ini yang bikin ga enak di hati. Berharapnya sih semua lagu dibawain semanis di album, eh tapi kok agak ga karuan yah hasilnya.
Selepas solat maghrib cabut dari kantor, naek kopaja 66 yang lewat depan kantor, meluncur semangat berharap menyaksikan salah satu konser terheboh tahun ini. Turun di depan fx senayan, ketemu anz disana. Hehe makin cantik aja udah lama ga ketemu. Berharap aku naek motor kesana, agak kecewa dia ternyata aku naek bus umum. Dari depan Hotel Century berjalan ke Tennis Indoor, hoho agak jauh juga memang. Sabar ya anz, kita jalan kaki aja, kalo naek motor susah nyari parkirnya.
Setelah jalan “sebentar” akhirnya keliatan juga Tennis Indoornya, tepatnya disebelah tennis Outdoor (tempat setahun lalu Dragon Force menggeber gendang telinga anak2 metal jakarta dengan soundnya yang menggelegar). Agak miris juga mengingat sound konser semalem bila dibanding suasana konsernya Dragon Force setahun lalu. Ga bisa dibandingin, mungkin karena beda di indoor ma di outdoor kali, jadi bedanya kerasa. Tapi kalo sound engineer nya jago pasti bisalah mengeset peralatan mereka. Kalo nonton Dragon Force, di jarak sejauh tribun belakang masih terasa hentakan drumnya, kalo konser semalem meskipun di depan panggung persis, ga ada rasa berdebum di dada akibat hentakan drum, suaranya kecil kayak maen latihan biasa di rentalan studio depan komplek. Bisa dibayangin dong gmana rasanya nonton konser band luar negeri yang soundnya jelek, kayak nonton panggung tujuhbelasanlah kira2.
Masuk area tiketing, langsung ketemu Adrie Subono. “Anz, ada bosnya Java Musikindo. Kita minta foto bareng aja apa?” hehe seperti yang sudah dibayangkan dia jawab “Terus kenapa kalo ada dia” wuehehe langsung jutek gitu. Ga mau lah dia foto bareng, orang udah tua gitu, hehe. Apalagi kalo pas difoto, dikasih lampu blitz , eh malah gantian balas ngasih blitz juga. Hehe.., engga kok om, om kan baik udah kasih harga setengah dari yang tiket ditawarkan pertama dulu (meskipun sebenarnya masih kemahalan untuk kualitas konser seperti semalam). Lain kali kalo kasih harga yang pas yah om jangan mahal2.
Konsep acaranya bagus, abis tiket disobek kita dapat fruit tea, di luar venue ada kayak red carpet segala. Lengkap dengan tulisan The Used di tempelan tembok buatan. Banyaklah orang yang foto2 disana. Termasuk orang ini..
Wuehehe, mau tahu perasaan orang yang baru aja kecolongan duit?
Pengen tau gimana muka orang yang baru aja kecopetan Rp. 350 ribu?
Yah kira2 seperti inilah tampangnya…
Setelah puas foto2, anz memutuskan langsung masuk venue. Ayolah.., secara dari tadi juga udah pengen langsung masuk, daripada capek nungguin diajak foto bareng berdua tapi ga jadi2. “Bentar2 beli aqua dulu yah” kata anz. Ok, kita beli aqua dulu (sebenarnya bukan aqua sih, tapi prima) dengan harga yang disesuaikan dengan mahalnya harga minyak dunia saat ini, yaitu seharga Rp. 6.000,- . Hehe kebayang kan botol air minum tanggung seharga segitu, tapi ini belum selesai. Sesampai di pintu masuk kelas festival, kami dicegat lagi ama orang tiketing. “Mas2, ga boleh bawa minuman ke dalem” hehe, ini gimana ini. Masa ga boleh bawa masuk. Orang baru aja beli. Belum dibuka juga segel tutupnya. Hehe, maka lengkaplah semuanya, udah beli air mahal2, ga boleh dibawa masuk lagi. Jadilah say good bye to botol yang masih tersegel rapi itu, ditinggal di luar pintu masuk. Sabar yah anz, ini ga seberapa kok, ntar kita bakal nonton konser the used yang paling top deh. Semuanya pasti terbayar.
Masuk di dalam orang2 udah pada berkerumun di depan panggung, pada ga mau kalah minta diludahin ma si Bert McCracken kali. Di bagian tribun masih sepi. Bagian kanan tribun ada beberapa aparat polisi yang duduk2 siap berjaga2. Panggungnya masih gelap. Di samping panggung dipasang dua layar monitor gede di kedua sisi. Orang2 crew bule sibuk sesekali mondar-mandir di panggung. Beginilah suasana konser kalo ga ada opening act. Nunggu sambil duduk2 ga jelas.
Setelah “puas” nunggu dari setengah 8 sampe jam 8 seperempat, akhirnya keempat orang dari Utah ini masuk panggung. Sedikit berbasa-basi langsung menggebrak dengan lagu The Bird And The Worm. salah satu hits mereka di album Lies For The Liars. Ga salah ni lagu pertama langsung dibuka ma lagu ini? Agak bingung juga sih. Biasanya lagu hits dimainkan di akhir konser, bisa aja lagu hits dimainkan di awal konser dengan catatan artisnya sudah banyak menghasilkan hits. Lah ini lagu pertama langsung lagu hits, dan mengingat the used hitsnya ga begitu banyak, gmana ntar2 nya yah… agak was2 juga.
Dengan dimainkannya lagu pertama tadi, langsung semua orang moshing. Weits… tunggu, tunggu dulu. Orang2 pada moshing? Iya beneran. Serius ini, yah meskipun cuma di bagian tengah depan panggung saja, tapi mereka pada semangat loh, sampai dorong2an ga terhindarkan. Langsung reflek anz aku amankan. Kasihan cewek gitu di tengah2 gempuran saling dorong dari depan dan belakang. “Agak ke tepi aja yah” untung anz mau agak ke tepi dikit, cuma dikit sih, pokoknya ga kena orang2 yang saling dorong. Orang nonton band emo aja sampe moshing gitu, agak berlebihan ni orang2.
Lagu2 mereka banyak yang asing di telingku. Hanya beberapa saja yang sempat nyantol di telinga. The Taste of Ink, Liar Liar (Burn In Hell, Pretty Handsome Awkward, dan terakhir Hospital di penghujung konser. Sayang sekali mereka memutuskan me-medley-kan lagu kebangsaan mereka Buried Myself Alive dengan beberapa lagu lain, bahkan lagu All That I’ve Got juga masuk medley. Agh.. sungguh kecewa yang sangat tidak dapat tergantikan. Sebelum encore si Bert di beberapa lagu sempat bilang kalo lagu berikutnya adalah lagu terakhir, tapi selalu dilanjutkan itu hanya bercanda. Lucu juga si Bert. Akhirnya encore aslipun muncul, setelah sejenak ngumpet di balik panggung, si Bert ma si Quinn Allman balik lagi dengan membawa gitar akustik. Lagu On My Own pun dimainkan cuma berdua. Jeph Howard dan Dan Whitesides sibuk merokok di samping panggung. Setelah itu baru ditutup dengan satu lagu terakhir betulan.
Sebenarnya ga terlalu istimewa penampilan mereka. Teknik si Quinn Allman bermain gitar juga biasa2 aja. Berbagai macam sound efek ciri khas band emo juga ga terlalu ditonjolkan. Kalo band emo biasa banyak bermain delay dan sound yang indah, maka si Quinn ini mencoba bermain emo dengan mengandalkan power chord. Cuma sedikit dia menggunakan efek aneh2. Sesekali bermain lick di awal lagu dan menggeber dengan kord dua jari tadi di bagian reff. Maen gitarnya pun jarang sekali bermain solo (kalo boleh dibilang ga ada sama sekali). Hanya permainan power chord yang mendominasi. Satu yang agak bikin kaget, ternyata di lagu Buried Myself Alive, dia pake teknik tapping . Jadi untuk menghasilkan efek delay sedemikian itu ternyata cuma ditapping. Hehe akhirnya dapat juga satu kulikan.
Satu yang bikin aku penasaran, kenapa band kayak gini bisa sampai di Indonesia dengan gagah perkasanya. Dibanjiri penonton yang rela menonton permainan standar mereka. Agak aneh menurutku, kebanyakan yang nonton adalah anak2 kuliahan, yang pastinya punya kesempatan mendengar referensi musik lebih banyak selain band ini. Kalo diliat dari tingkah keempat orang itu, memang mereka sangat barat banget. Bisa dibilang mereka representasi musik anak muda amerika sana, dengan catatan direpresentasikan sejajar dengan Good Charlotte, New Transit Direction, Rancid, Strange Itch, Dumb Luck. Dengan lirik didominasi tentang tema aku dan kamu, masalah cinta anak pre-college, mungkin inilah yang membuat band ini banyak dikenal disini. Bisa dibilang buat anak2 muda yang berkiblat ke musik barat (amerika secara spesifik) dan mencari tema band yang ringan seperti tentang masalah cinta (yang tidak terlalu “bermajas” di lirik tentunya), dibalut dengan budaya pop asal sana yang mereka “kenakan”, maka tak heran banyak yang suka band ini.
Tentang masalah lirik, band ini ga terlalu mengena di bagian itu. Dibanding dengan Weezer misalnya, meskipun Rivers Cuomo menulis banyak lagu cinta, tapi ga sesimple seperti bikinan the used. Misal di lagu Oh Girlfried atau Butterfly nya Weezer, lagunya bisa manis sekali. Hehe kayaknya ga adil memang membandingkan dua band ini. Kalo bagian banding-membandingkan mah masalah selera masing2 bukan. Cukup segini saja untuk bagian lirik.
……
Tapi tetap ga rela saja the used bisa sedemikian populer disini.. agh…. (sabar sabar.. )
……
Sekitar jam sepuluh kurang seperempat konser sudah bubar. Di luar venue tampak salah satu VJ Mtv si Ben lagi meliput acara. Orang2 terlihat puas, kok aneh ya, aku sendiri agak kecewa dengan konser itu. Yaudah lah gapapa, setelah si anz minta difoto di depan “catwalk” (lagi?), kamipun keluar dari area tennis indoor. Sempat makan sebentar di sana (dia nasi goreng, aku kwetiau), seabis itu nganter dia pulang ke rumah. Hh.. malam yang indah bersama si anz.
Masih menyisakan pertanyaan sampai aku pulang ke rumah. Kok bisa ya yang tadinya suka banget ma the used, sekarang malah jadi ilfil. Yang tadinya semangat sekali dengerin Buried Myself Alive, sekarang jadi hambar saja. Ah… setelah kepikiran semaleman, setelah berlanjut menulis postingan pagi ini, baru aku sadar, aku datang di venue yang salah. Ternyata aku bukan anak emo.
















